Menjadi Guru Pembelajar Bersama Guruinovatif.id



 Ibu Nana kalau su sampai di Jawa sana jangan lupa deng kita, Bu.

Kata-kata perpisahan itu masih saya ingat walaupun sudah lebih dari 3 tahun yang lalu. Ya, saya pernah mengajar di pelosok NTT selama satu tahun berkat mengikuti program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang diadakan oleh Kemendikbud. Saya mengabdi di SMPN Turiskain, hanya 15 menit dari perbatasan RI-RDTL. Terletak di perbatasan ternyata tidak menyurutkan semangat belajar peserta didik di tengah keterbatasan.

Pandemi Covid-19: Antara Teknologi dan Dedikasi



Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan juga pendidikan. Saat ini, 68 juta peserta didik di Indonesia terdampak Covid-19. Mereka semua terpaksa belajar dari rumah. Tidak hanya peserta didik, sedikitnya 13 juta pendidik juga menjadi pendidik dari rumah selama wabah yang telah menutup akses pendidikan tatap muka sejak Maret 2020.

Menjadi Teacher Blogger Cuan



Sudah 6 bulan ini Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berbagai bidang sudah terkena dampaknya, mulai dari ekonomi, pariwisata, hingga pendidikan. Walaupun Kementerian Pendidikan telah mengucurkan bantuan berupa kuota data untuk guru, dosen, siswa, dan mahasiswa, nyatanya hal itu hanya bisa membuat senang sesaat. Baik guru maupun siswa sudah sama-sama jenuh dan lelah. Tidak bisa disangkal lagi, mereka mulai stress menghadapi wabah tak kasat mata yang entah akan sampai kapan. Aku adalah seorang guru.

Menyelamatkan Wibawa Tanah Para Dewa

 

Bu Guru, Telaga Warna kok keruh warnanya?  

Tanya seorang anak pada guru di sela studi wisata.

***

Ya, suka atau tidak, kenyataan memang akan selalu menampar orang yang mengacuhkannya. Pertanyaan di atas muncul untuk mengingatkan kita yang telah lama abai terhadap kelestarian Dataran Tinggi Dieng.

Menjadi Mata Air di Batas Negeri


Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024, Indonesia memiliki 62 kabupaten sebagai daerah tertinggal. Pada periode sebelumnya, 2015-2019,  tercatat bahwa daerah tertinggal mencapai 122 kabupaten. Daerah tertinggal didefinisikan sebagai kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah dalam skala nasional. Suatu daerah ditetapkan sebagai daerah berdasarkan kriteria:

  1. perekonomian masyarakat;
  2. sumber daya manusia;
  3. sarana dan prasarana;
  4. kemampuan keuangan daerah;
  5. aksesibilitas; dan
  6. karakteristik daerah