Menjadi Mata Air di Batas Negeri


Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024, Indonesia memiliki 62 kabupaten sebagai daerah tertinggal. Pada periode sebelumnya, 2015-2019,  tercatat bahwa daerah tertinggal mencapai 122 kabupaten. Daerah tertinggal didefinisikan sebagai kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah dalam skala nasional. Suatu daerah ditetapkan sebagai daerah berdasarkan kriteria:

  1. perekonomian masyarakat;
  2. sumber daya manusia;
  3. sarana dan prasarana;
  4. kemampuan keuangan daerah;
  5. aksesibilitas; dan
  6. karakteristik daerah


Provinsi yang menduduki peringkat tiga teratas adalah Papua Barat dengan 8 kabupaten, NTT dengan 13 kabupaten, dan Papua dengan 22 kabupaten. Data di atas dapat dijadikan acuan pemerintah untuk dapat menentukan sasaran pembangunan berikutnya.

Indonesia sebagai negara berkembang menyadari bahwa kondisi perekonomian, sarana dan prasarana, serta karakteristik daerah memiliki dampak yang signifikan terhadap kebutuhan akses layanan kesehatan. Tantangan demi tantangan harus dihadapi dalam mendistribusikan layanan kesehatan kepada 270 juta penduduk Indonesia. Berdasarkan pada data yang disajikan oleh BPPSDMK Kementerian Kesehatan Indonesia nampak bahwa tenaga kesehatan menumpuk di daerah urban sementara daerah 3T mengalami resesi tenaga.

 


Regulasi pembangunan kesehatan harus disesuaikan dengan permasalahan kesehatan di era desentralisasi. Salah satu kebijakan pemerintah adalah menargetkan semua penduduk tercakup dalam proram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2019. JKN menuntut adanya peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, baik di tingkat pertama maupun tingkat lanjutan. Namun, sejak diterapkannya JKN sebagai program nasional, perlu diperhatikan bahwa JKN selalu mengalami defisit.

Sampai saat ini, pemerintah masih melakukan evaluasi terkait program JKN tersebut. Akhirnya disadari bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dijalankan berdasarkan sistem dari pusat saja. Pemerintah daerah dituntut memiliki acuan serta pedoman dalam melaksanakan pembangunan kesehatan daerah. Acuan ini perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah secara spesifik, baik itu kebutuhan maupun permasalahan kesehatan.

Everyone in society should be a role model, not only for their own self-respect, but for respect from others.
-Barry Bonds-

Kebijakan kesehatan memerlukan kombinasi regulasi dan sinergi dari sektor publik dan swasta. Kita dapat merujuk pada KORINDO Grup dalam menjalankan usahanya. KORINDO Grup yang bergerak di bidang produksi kelapa sawit, perkayuan, dan wind tower mendedikasikan diri dalam hal konservasi, hak asasi manusia, dan pengembangan ekonomi selama lebih dari 50 tahun.



KORINDO Grup  berkomitmen terhadap pembangunan negara dan rakyat Indonesia. Terkait hal ini, tindakan KORINDO Grup tidak terbatas hanya dengan mengikuti hukum tetapi juga untuk menciptakan dampak yang berarti melalui program-program Corporate Social Contribution (CSC) untuk masyarakat yang berkelanjutan. 

Upaya yang dilakukan sejalan dengan filosofi perusahaan yaitu membangun hubungan yang harmonis, menguntungkan dan berkelanjutan, antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Kompilasi program CSC pada tahun 2019 dari KORINDO Grup disajikan dalam video berikut ini.



Lalu bagaimana cara paling tepat meningkatkan kesehatan di daerah pedalaman? Kesehatan yang baik untuk sesama diperoleh dari sinergi antara pemerintah dan swasta untuk mengupayakan tindak preventif dan represif dalam peningkatan kesehatan. Tidak ada obat terbaik selain pencegahan, namun jika masyarakat masih rentan terhadap penyakit maka diperlukan tindakan represif untuk menanggulanginya. Berikut adalah pemaparan langkah yang diperlukan dalam meningkatkan kesehatan di daerah pedalaman.




Salah satu cara utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah 3T adalah dengan mengedukasi masyarakatnya. Edukasi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat 3T dalam memperoleh pekerjaan, meningkatkan literasi kesehatan, mengambil langkah pencegahan resiko penyakit, serta menyediakan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. 

KORINDO Grup menyediakan pendidikan non-formal yang dilaksanakan sekali setiap bulan untuk memfasilitasi generasi muda Papua terhadap pengetahuan tentang narkoba, alkohol, dan seks bebas yang dapat menyebabkan degradasi moral dan memicu timbulnya penyakit.  Tujuan lain dari diadakannya pendidikan non formal ini adalah untuk  memotivasi remaja agar dapat terjauh dari hal-hal yang dapat menjatuhkan mental dan moral mereka.

Pemberian fasilitas yang nyaman untuk menunjang pendidikan generasi Papua juga ditunjukkan oleh KORINDO Grup dengan penghadiahan asrama bagi pelajar dari empat marga sekitar perkebunan yang menempuh pendidikan tinggi di Merauke. Tak luput dari perhatian perusahaan, bangunan asrama sudah memiliki fasilitas lengkap serta ditunjang dengan bantuan sembako.

Sadar bahwa untuk memberikan proses pembelajaran yang baik haruslah ditunjang oleh kesejahteraan guru, KORINDO Grup melalui program CSC tetap memberikan honor guru di daerah pedalaman Boven Digoel walaupun sekolah diliburkan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar sehingga guru lebih semangat dalam membangun Papua melalui kegiatan mengajar anak-anak.



Daerah 3T memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan. Kemudahan akses ke puskesmas atau klinik sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan berhubungan dengan beberapa faktor, antara lain jarak tempuh dari rumah menuju fasilitas kesehatan, kondisi ekonomi, dan tidak jarang pula status sosial turut berpengaruh.  KORINDO Grup berinisiatif mendekatkan fasilitas layanan kesehatan terhadap masyarakat Boven Digoel dengan membangun klinik kesehatan modern, Klinik Asiki.

Segala bentuk pelayanan kesehatan yang disedikan Klinik Asiki kepada masyarakat asli Papua diberikan secara gratis. Klinik Asiki dalam menjangkau masyarakat di daerah pedalaman Boven Digoel memberikan pelayanan mobile service yaitu langsung mendatangi masyarakat yang membutuhkan. Layanan mobile service dijadwalkan 4 hingga 5 kali dalam sebulan. Pelayanan yang ditekankan pada masyarakat adalah upaya preventif pencegahan penyakit.

Atas komitmen dan kontribusinya kepada masyarakat, Klinik Asiki yang diresmikan pada September 2017 memperoleh penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) oleh BPJS Kesehatan pada Agustus 2019.

Saya tidak menyangka, di daerah terpencil ada klinik besar dengan fasilitas yang setara dengan puskesmas di kota besar.
-dr. Anurman Huda, MM., AAK-

Klinik Asiki dinilai memiliki angka kontak yang tinggi, kegiatan prolanis (Program Pengelolaaan Penyakit Kronis) berjalan dengan baik. Semua didukung dengan fasilitas medis yang cukup lengkap dan modern. Klinik Asiki juga memiliki tenaga medis yang profesional sehingga menekan angka rujukan pasien.



Pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesehatan memiliki hubungan timbal balik, karena pengembangan infrastruktur menimbulkan ekspansi sistem kesehatan. Sebaliknya, ekspansi sistem kesehatan menimbulkan kebutuhan akan pembangunan dan perluasan infrastruktur yang ada. Ketika keadaan infrastruktur di sebuah daerah lemah ini berarti sistem kesehatan yang dimiliki pun tidak efisien. Biaya logistik yang ditimbulkan akan sangat tinggi, berujung pada keterjangkauan layanan kesehatan hanya pada kaum ekonomi atas saja.

Komitmen KORINDO Grup dalam mewujudkan implementasi Nawa Cita atau membangun Indonesia dari daerah pinggiran yang diusung Presiden Joko Widodo  dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan perkebunan sawitnya. Berbagai infrastruktur telah dibangun di wilayah Boven Digoel seperti tempat ibadah, sekolah, jembatan, dan klinik.

Masyarakat diberi bekal untuk menggerakkan roda ekonomi dengan penyediaan fasilitas pengembangan keterampilan dan kemampuan, mulai dari mencetak batu bata, berternak, hingga bercocok tanam. Upaya ini dilakukan agar masyarakat mampu hidup mandiri dan tidak bergantung pada bantuan yang diberikan pemerintah maupun swasta.




Dari KORINDO Grup kita belajar bahwa menjadi mata air yang jernih akan menjadikan daerah yang dialirinya subur. Dedikasi KORINDO Grup kepada Indonesia akan terus mengalir untuk daerah di sekitarnya.  Dari KORINDO Grup kita belajar bahwa untuk meningkatkan kesehatan masyarakat pedalaman diperlukan sinergi dari berbagai pihak baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Sistem kesehatan berkaitan erat dengan berbagai faktor, sehingga tidak mungkin kita hanya akan fokus pada kesehatan saja tanpa membenahi pendidikan masyarakatnya, tanpa mempermudah akses fasilitas kesehatannya, dan tanpa membangun infrastruktur pendukungnya.
 
Disclaimer: 
Artikel ini diikutsertakan dalam Korindo Blog Competition 2020. Setiap gambar yang ditampilkan pada artikel ini diolah oleh penulis dengan menyertakan sumber, sedangkan video bersumber pada kanal YouTube KORINDO Group.

BPPSDMK Kemkes. 2018. Informasi SDM Kesehatan Indonesia. [daring] (http://bppsdmk.kemkes.go.id/info_sdmk/, diakses tanggal 26 September 2020).

Korindo. 2017. Korindo Menyediakan Pendidikan Non-Formal Bagi Generasi Muda Papua. [daring] (https://korindonews.com/pt-korindo-group-papua-provides-non-formal-education-for-the-young-generation/, diakses tanggal 24 September 2020).

Korindo. 2019. Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik. [daring] (https://korindonews.com/change-for-indonesia/?lang=id, diakses tanggal 25 September 2020).

Korindo. 2019. Klinik Asiki Menjadi Klinik Terbaik Se-Papua. [daring] (https://korindonews.com/korindo-asiki-clinic-named-the-best-clinic-in-papua/?lang=id, diakses tanggal 25 September 2020).

Korindo. 2019. Klinik Asiki, Upaya Korindo Bangun Indonesia dari Pinggiran. [daring] (https://korindonews.com/asiki-clinic-korindos-effort-in-building-indonesia-from-the-periphery/?lang=id, diakses tanggal 25 September 2020).

Korindo. 2019. Dukung Nawa Cita, Korindo Gencarkan Pembangunan di Boven Digoel. [daring] (https://korindonews.com/in-support-of-nawa-cita-korindo-accelerates-development-in-boven-digoel/?lang=id, diakses pada tanggal 25 September 2020).

Korindo. 2020. PT TSE Hadiahkan Asrama untuk Para Pelajar Merauke.[daring] (https://korindonews.com/pt-tses-gift-of-dormitories-for-meraukes-students/, diakses tanggal 24 September 2020).

Korindo. 2020. Di Tengah Pendemi, PT TSE Tetap Berikan Honor Guru Pedalaman. [daring] (https://korindonews.com/despite-the-pandemic-pt-tse-continues-providing-the-honorarium-for-the-rural-teachers/?lang=id, diakses tanggal 24 September 2020)

Pemerintah Republik Indonesia. 2020. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020 - 2024. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.       


No comments