Cara Baru Cari Kerja, Atasi Sarjana Pengangguran



 

Bu, setelah saya lulus baiknya melanjutkan jurusan apa ya yang gampang dapat kerjanya?

Banyak siswa saya yang sering bertanya mengenai jurusan yang harus mereka ambil setelah lulus. Kriteria utamanya selalu sama, yaitu gampang dapat kerja. Untuk siswa yang belum tahu passion apa yang mereka miliki, tentu saya akan mengusulkan jurusan yang menurut banyak survey akan sangat dibutuhkan 5-10 tahun mendatang, yaitu programmer, data scientist, product manager, designer, dan digital marketer. Walaupun di saat pandemi ini banyak perusahaan yang justru melakukan lay off besar-besaran karena tidak mampu membayarkan gaji karyawannya, lulusan dari jurusan tersebut nyatanya masih bisa bertahan.


Namun, dalam menyarankan jurusan kuliah yang diambil ini pun saya cukup ragu. Melihat banyak fenomena sarjana pengangguran yang bertebaran di daerah kami, menjadikan orang tua siswa menjadi lebih enggan untuk menguliahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Sebenarnya, fenomena sarjana pengangguran sudah cukup lama terjadi di Indonesia. Hal ini diungkap oleh data yang dirilis oleh BPS pada Februari 2019 mengenai ketenagakerjaan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa angka pengangguran di Indonesia berkurang 50 ribu orang selama setahun. Namun, dilihat dari tingkat pendidikannya, jumlah lulusan diploma dan universitas yang menjadi pengangguran justru meningkat.


Penyebab Sarjana Pengangguran

 

Lalu, apa sih sebenarnya penyebab dari naiknya angka pengangguran di kalangan lulusan diploma dan universitas?

 



1. Skill yang belum memadai

Siapa di sini yang saat kuliah sangat mengejar IPK tinggi? Tentu tidak ada yang salah dengan itu. Ketika kamu adalah seorang lulusan dari universitas ternama dan memiliki IPK tinggi, hal ini sudah membuatmu  menang satu langkah dari pencari kerja lainnya. Tapi, coba introspeksi diri lagi jika kamu sudah melamar banyak kerjaan, namun nihil panggilan. Bisa jadi kamu kurang memiliki soft skill maupun hard skill. 

Kedua kemampuan itu tentu tidak bisa hanya didapat dari proses kuliah biasa. Kamu perlu lebih aktif mengikuti magang, pelatihan, maupun organisasi untuk dapat mengembangkannya. 


2. Skill tak ada, ingin gaji setara raja

Ini juga merupakan penyakit lulusan universitas kita. Tidak jarang kita temui lulusan yang hanya ingin bekerja di perusahaan profit bahkan multinasional, terlebih bagi lulusan dari universitas terkemuka. Anggapan bahwa dirinya paling pintar sering kali melambungkan ego dalam memilih pekerjaan. Tapi apa iya skill yang kamu punya sudah setara dengan tuntutan gajimu?

Perlu diingat bahwa perusahaan saat ini tidak hanya melihat dari nilai akademismu saja. Kembali ke poin pertama, skill adalah yang utama.


3. Terlalu banyak excuse

Proses perkuliahan yang memakan waktu tahunan memang menyita tenaga, waktu, dan juga uang yang tidak sedikit. Wajar ketika seseorang berhasil mencapai tahap wisuda ingin beristirahat sejenak. Tapi tunggu dulu, "sejenak" ini sangatlah relatif.

Ada yang merasa cukup istirahat 1 bulan, tapi ada juga yang ingin menikmati hidup hingga 1 tahun. Alasan capek kuliah akan basi jika istirahatmu terlalu lama. Jangan jadikan ini excuse yang akan membatasi gerakmu dalam mencari pekerjaan.


4. Jarang update info lowongan

Nah, ini juga penyakit bawaan yang datang bersama poin nomor 3. Ketika kamu sedang menikmati masa yang kamu sebut "istirahat sejenak", tidak jarang kamu melewatkan kesempatan dan informasi mengenai lowongan pekerjaan. Sering saya temui teman yang menyesal baru mengetahui info ada lowongan pekerjaan setelah lewat masa pendaftaran. Tapi anehnya, penyakit ini tidak hanya sekali dua kali saja. Tapi berulang kali.

Ya memang tidak dipungkiri, walaupun saat ini internet sudah sangat memudahkan hidup kita, tapi apa penggunaannya memang sudah membantu produktivitas kita? Hai, kamu yang masih menggunakan gadget hanya untuk scroll TikTok dan Instagram, yuk mulai benahi diri.


5. Tidak memiliki network

Penyebab lainnya adalah para lulusan universitas cenderung tidak memiliki network yang kuat terhadap dunia pekerjaan. Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk sekedar nongki cantik sambil menikmati kopi dan senja nyatanya tidak seimbang dengan membangun network yang justru lebih dibutuhkan.

Network atau jaringan sangatlah penting bagi kamu yang mencari pekerjaan. Luasnya network yang kamu punya bisa menghubungkan kamu dengan berbagai employer yang bisa melihat potensi dalam dirimu. Di saat seperti ini, tentu kita tidak menampik kekuatan "orang dalam" saat mencari kerja. Ya, memang memiliki rekomendasi dari orang dalam dari sebuah network tentu akan memberikanmu kesempatan emas untuk memperoleh perkerjaan impian.

 

Hempas Status Sarjana Pengangguran

 

Status sebagai sarjana pengangguran ini umumnya dimiliki oleh mereka yang berusia produktif yaitu antara 21-37 tahun. Generasi yang tumbuh di zaman kuatnya arus globalisasi dan selalu dikelilingi media sosial cenderung lebih bebas dan sangat mudah dipengaruhi oleh influencer.

 

Oleh karena itu, langkah pertama agar dapat terhempas dari jabatan sarjana pengangguran adalah dengan aktif mengembangkan potensi diri. Pengembangan kemampuan baik soft skill dan hard skill masih bisa diraih sekalipun sudah tidak berada dalam dunia kuliah.

 

Aktif mengikuti organisasi, pelatihan, dan magang akan menuntun kita menemukan passion yang kita inginkan sehingga kita akan lebih bersemangat untuk menggelutinya.  Hal ini juga akan berdampak pada berkembangnya network yang kita miliki dalam dunia pekerjaan, sehingga tanpa disadari kita memiliki "orang dalam" dengan sendirinya.

 

Jika skill dan network sudah dikembangkan, tentu langkah terakhir adalah aktif mencari lowongan pekerjaan. Di era yang sudah serba digital ini sebenarnya sangat mudah untuk mencari lowongan pekerjaan. Terlebih dengan hadirnya talent marketplace yang dapat mempertemukanmu dengan employer. Penasaran marketplace apa itu? Simak terus ya.


Berkenalan dengan EKRUT

 

Era digital memang sangat memanjakan kita. Pasti kamu pernah berbelanja secara online dari berbagai e-commerce yang tersedia di Indonesia. Melalui e-commerce penjual dapat menjajakan barang dagangannya secara mudah dan murah. Begitu pula dengan pembeli yang bisa melihat dan melirik barang incaran dari berbagai toko dengan mempertimbangkan harga, spesifikasi, dan akuntabilitas penjual.

 

Coba bayangkan jika kemudahan itu bisa kita rasakan saat mencari pekerjaan? Ternyata hal ini sudah berhasil diwujudkan oleh Steven Suliawan dan Ardo Gozal dengan mengembangkan perusahaan rintisan EKRUT. EKRUT yang didirikan pada tahun 2016 merupakan sebuah talent marketplace yang mampu menggabungkan antara teknologi dan jaringan perekrut dengan menyediakan cara perekrutan lebih cepat dan berkualitas. Sejak pertama didirikan, EKRUT berfokus pada kandidat dengan minat dan pengalaman dalam pemrograman, data, desain, produk, dan pemasaran digital.

 


Mengusung visi "Accelerate growth of skilled wokers", EKRUT menyajikan kemudahan bagi pencari kerja atau yang disebut dengan talent untuk terhubung dengan perekrut. Melalui EKRUT, talent dapat dengan mudah melamar berbagai pekerjaan hanya dengan mengajukan satu aplikasi lamaran. Begitu  pula dengan perekrut yang dapat dengan mudah mengundang talent yang sesuai dengan kualifikasi untuk mengikuti interview setelah mereka menayangkan lowongan pekerjaannya.


Mengapa EKRUT menjadi pilihan? Ini deretan kelebihannya!

 

Platform lowongan pekerjaan memang cukup menjamur saat ini, namun dibandingkan platform yang ada tersebut EKRUT menawarkan berbagai keunggulan yang akan memanjakanmu. Apa saja ya kelebihan EKRUT? Simak penjelasannya sekarang.


1. Satu Akun Memberi Banyak Untung



Sudah bukan zamannya lagi kamu capek keluar-masuk berbagai perusahaan untuk menawarkan CV yang kamu miliki. Cukup dengan bergabung dalam EKRUT kamu dapat menggunakan satu akun LinkedIn di halaman registrasi dan melengkapi profil maka tawaran kerja dan panggilan interview yang akan datang padamu.


2. Biarkan perusahaan yang menemukanmu



EKRUT mengusung kecanggihan data science dalam menghubungkan talent dan perekrut. Teknologi ini mampu memfilter perusahaan mana saja yang sedang membutuhkan talent dengan kualifikasi yang sesuai dengan profilmu. Ibarat menggunakan aplikasi cari jodoh, teknologi EKRUT akan mempertemukanmu dengan perusahaan yang cocok.


3. Tak perlu menghitung hari



Saat kita mengirim lamaran pada suatu perusahaan, sering kali kita menemui HRD yang PHP. Sama sekali tidak memberi kabar dan membiarkan kita menghitung hari dalam ketidakpastian. Tapi tenang, hal tersebut tidak akan kamu alami saat bergabung dengan EKRUT. Berkat teknologi data science yang digunakan, EKRUT mampu menjaga kinerja perusahaan untuk dapat memastikan talent mendapat penawaran kerja rata-rata kurang dari 20 hari setelah ia bergabung. 

 

4. Bebas lowongan palsu



EKRUT menerapkan proses verifikasi bagi perusahaan yang ingin bergabung di dalamnya. Proses verifikasi ini ditujukan agar kamu sebagai talent tidak akan terjebak dalam lowongan pekerjaan palsu. Oleh karena itu, jangan kaget ya saat kamu menemukan nama perusahaan-perusahaan ternama bergabung dengan EKRUT. Memang seserius itu EKRUT ingin memanjakanmu yang memiliki niat mencari pekerjaan.


5. Perusahaan Terverifikasi Menanti



Seperti sudah disampaikan pada poin 4, bahwa EKRUT memverifikasi perusahaan yang akan bergabung dengannya. Hingga saat ini sudah lebih dari 3000 yang bergabung dengan EKRUT. Berikut adalah deretan perusahaan ternama yang telah terverifikasi dan menggunakan EKRUT untuk memenuhi talent yang dibutuhkan.






6. Bebas Biaya tanpa S&K



Sudah berapa panyak platrform lowongan pekerjaan yang kamu ikuti tetapi akhirnya terabaikan karena belum apa-apa sudah menagih biaya bergabung menjadi anggota yang katanya premium? Di EKRUT kamu bisa merasakan kenikmatan menjadi anggota premium tanpa harus mengeluarkan biaya, tentunya tanpa S&K!


7.  Intip gaji bukan hanya mimpi



Memang sifat bawaan manusia melihat sesatu dari valuenya. Seperti saat mencari pekerjaan, tentu tak jarang kita akan melirik perusahaan mana yang menawarkan benefit terbesar bagi pegawainya. Ternyata EKRUT menjawab rasa penasaranmu! Kamu bisa melihat gaji yang ditawarkan oleh perusahaan pencari talent. FYI, rata-rata gaji talent teknologi yang ditawarkan mencapai 30 juta rupiah.


Nah, kalau kamu sudah tidak sabar untuk bergabung dengan EKRUTdalam pencarian kerja, kamu bisa mulai mendaftar dengan membuat akun sesuai langkah-langkah berikut.

 



Masih belum yakin juga? Simak testimoni dari talent yang telah sukses meraih pekerjaan bersama EKRUT.




 

Mengalahkan Asumsi, Siap Beraksi

 

The most difficult thing is the decision to act, the rest is merely tenacity.
- Amelia Earhart

Seringkali yang membatasi diri kita hanyalah asumsi-asumsi yang tumbuh subur sebelum tidur. Berani dan siap mengambil aksi untuk keluar dari status sarjana pengangguran haruslah dimulai dari diri sendiri. Kembangkan potensimu dan mulailah bergabung bersama EKRUT untuk mengubah status dari sarjana pengangguran menjadi sarjana bergaji jutaan.

 

***


DISCLAIMER

 

https://www.ekrut.com/media/ekrut-blog-review-competition

Artikel ini diikutsertakan dalam EKRUT Blog Review Competition. Video adalah miliki kanal YouTube EKRUT dan infografis serta gambar pendukung dibuat oleh penulis dengan mencantumkan sumber.



No comments